Beri Jokowi Nilai A Minus, 5 Satire Pedas Rocky Gerung di Mata Najwa

Posted on

Satu tahun berakhir semenjak Presiden Joko Widodo (Jokowi) jalani masa ke-2 pemerintahannya. Pemerhati politik Rocky Gerung juga ikut memberi opini mengenai proses sepanjang satu tahun ini dalam program Mata Najwa di Rabu (21/10/2020) malam. Siaran dengan tema “Sampai di Mana” itu memang tengah mengulas tahun awal zaman cara memimpin Jokowi bersama-sama Wakil Presiden Maruf Amin.

BACA – Hasil Liga Italia Tadi Malam AS Roma Vs Benevento, Kemenangan Giallorossi Diwarnai Drama 7 Gol

Si tuan-rumah, Najwa Shihab, datangkan beberapa tamu di acaranya. Ada anggota DPR fraksi PDI Perjuangan Aria Bima, Tenaga Pakar Penting Kantor Staff Presiden (KSP) Dany Amrul Ichdan, politisi Nasdem Irma Suryani Chaniago dari jauh, anggota DPR fraksi PKS Mardani Ali Sera, Periset Perhimpunan Pengajaran Demokrasi (P2D) Rocky Gerung, serta Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Kampus Andalas Feri Amsari.

Beberapa hal diulas dalam siaran malam itu, dimulai dari wabah sampai permasalahan demokrasi di tahun awal Jokowi-Maruf Amin.

Diketahui jadi figur yang terus terus-terang memberi pendapat, Rocky Gerung juga mengutarakan bermacam kritikan tajam waktu mengulas cara memimpin Jokowi. Berikut 5 salah satunya yang digabungkan SuaraJogja.id dari saluran YouTube Najwa Shihab:

1. Score Jokowi A minus

Waktu diharap memberikan nilai untuk setahun pemerintah Jokowi-Maruf Amin, Rocky Gerung memberikan score A minus.

“A- itu, A buat kebohongan serta minus (-) buat kejujuran,” kata dia.

2. Pemerintah dimisalkan jadi malam pertama kali

Dia menyentuh hasil jajak opini media massa Kompas yang memperlihatkan jika 45,2 % amsayrakat tidak senang dengan performa pemerintah Jokowi-Maruf. Dengan memakai perumpamaan malam pertama kali, menurut Rocky Gerung, lebih bagus mereka dibubarkan.

“Saat ini di bawah 50 % [kepuasan pada Jokowi]. itu berarti ini tahun awal lo sudah raib [kepercayaan]. Ini ibarat malam pertama kali pasangaannya tidak senang, harusnya perkawinanya buyar kan,” papar Rocky.

3. Habib Rizieq lebih memahami Pancasila dibanding Jokowi

Rocky Gerung bahkan juga terang-terangan memperbandingkan Jokowi dengan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Dia memandang jika merek anti-Pancasila untuk Habib Rizieq tidak sama sebab untuknya, Habib Rizieq lebih pancasilais daripada Jokowi.

“Bahkan juga ia [Habib Rizieq] lebih pahami isi itu [Pancasila] dibanding Presiden Jokowi sebab ia menulis tesis mengenai itu, kan? Jadi seluruhnya patokan yang terpasangkan di Habib Rizieq kembali jadi ukuran di pemerintahan ini,” tutur Rocky Gerung. “Lebih pancasilais mana, Habib Rizieq, yang berupaya mendatangkan keadilan sosial, atau Presiden Jokowi, yang membuahkan Undang-undang Omnibus Law yang tidak memihak ke rakyat?”

4. UU Cipta Kerja dicicipi kleptokrat

Ajaran keras untuk mengomentari pemerintahan berkaitan Omnibus Law UU Cipta Kerja lagi disampaikan Rocky Gerung di Mata Najwa. Dia juga dengan berani memakai arti “kleptokrat” alias beberapa pihak yang terjebak dalam kleptokrasi atau “pemerintah beberapa perampok “.

“UU ini ialah pesanan sekumpulan orang yang punyai uang. Pemerintahan mau tak mau terima sebab ia bisa ijon duluan. Serta itu dicicipi kleptokrat,” tegasnya.

5. Tidak menyikapi bunyi-bunyian

Irma Suryani Chaniago, yang ikut didatangkan dengan virtual dalam Mata Najwa, mendapatkan cemoohan langsung dari Rocky Gerung.

Waktu itu Irma mengingatkan Rocky Gerung serta Feri Amsari agar tidak menyebutkan Jokowi represif sebab menurutnya, dibanding dengan era Soeharto, status Rocky Gerung serta Feri Amsari masih aman.

“Ini Nana, jika di era Soeharto, orang seperti Rocky ini telah raib. Orang seperti Feri telah raib, sudah tidak ada itu. Telah dimarjinalkan seperti orang berdua ini,” ujar Irma.

Tetapi waktu diharap menyikapi perkataan Irma, Rocky Gerung malah melemparkan perkataan satire.

“Saya menyikapi pemikiran, bukan bunyian-bunyian. Itu barusan kan suara saja, pemikirannya kan tidak ada, apakah yang ingin disikapi?” jawabnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *